Rabu, 29 April 2015

Bangunan itu Bab 2



 BAB 2
Tumpahan darah membasahi seluruh keramik dikamarku,tetapi malah aku terbangun lagi dari tidurku dan aku berusaha yakin bahwa sekarang adalah keadaan yang normal setelah kumelihat dengan teliti isi kamar tidurku ini.

1 bulan kemudian,mimpi itu tidak terjadi pada diriku lagi tetapi malah tugas sekolah yang membuat diriku menjadi stres berat,dekat dengan UTS dan saatnya memulai class project.Aku yang sedang berada dikantin membawa selembaran kertas kecil yang berisi rumus matematika,aku melihat ekspresi muka Hanif dan Hilal,tampak biasa saja,tidak memerdulikan tradisi sekolah ini yang makin dekat saja.Ekspresi Yuda,Abiyan dan Dole masih seperti boneka di game Five Night At Freddy’s,masih gila dan kekanak-kanakan.
Sudahlah Riko..,dirimu saja belum beres ngapain urusin orang lain ?

Saatnya kelas IPS yang akan memelajari tentang dinamika kependudukan yang membuat pusing 12 keliling,aku hanya termenung memikirkan masalah mimpi 1 bulan yang lalu,tapi sudahlah...,lupakan saja mungkin kamu Riko ngak baca do’a sih.. sebelum tidur !.Saat ini salah satu temanku Ilzam sedang mendapat giliran membaca dari guru yang bernama bu Atikah tersebut.

Bu Atikah : “Stop Ilzam,Riko giliran-mu membaca sekarang !”

Spontan aku terkejut karena daritadi aku tidak menyimak sedikitpun materi,aku segera memikirkan kata terakhir yang dilontarkan oleh Ilzam,itu....

Bu Atikah : “Riko kamu kurang poi..”
Riko : “Bentar bu !!”

Ah sial !,sepertinya kata terakhir adalah masyarakat diparagraf 4 !.Aku lanjut membaca dan ternyata benar.Fiuh... untung saja,seperti kataku sebelumnya,aku tidak ingin mencari masalah disini,dan pengurangan poin merupakan sebuah masalah bagiku.. lebay ? iya.

                                                                      ===
Hari Sabtu yang lumayan cerah !,dimana besok adalah hari minggu dan adanya ekskul disekolah jadi..,apa salahnya hidup ini ?.Aku sebelumnya mengikuti ekskul Badminton & Olimpiade Biologi & Kimia.Walaupun sebenarnya aku tidak mengikuti eksul badminton karena waktu bertrabakan,jadi apa boleh buat ?.Biologi dan Kimia sudah cukup kok.
Walaupun tetap belajar,tapi sertifikat olimpiade adalah kunci masuk SMA terfavorit diprovinsi ini dan kebetulan aku suka Biologi dan Kimia,jadi apa salahnya juga ?.
Hanif & Hilal mengikuti ekskul olimpiade IPS,Dole mengikuti eksul origami,sedangkan Yuda ?,Mungkin masuk badminton.

Eits..,jam 10.00,saatnya kekantin dan bertemu mereka semua !.Mereka ternyata sudaah menungguku disana yang sedang menyantap nasi goreng pattaya.Disaat aku tiba..

Hilal : “Kalian pernah melihat genduruwo ditangga tersebut ?”

Sontak semua terdiam dan berhenti makan didetik itu,keramaian yang begitu ramai,tetapi mereke tetap terdiam dan berhenti untuk makan.Apa saatnya aku mencairkan suasana hening disini ?

Hadist : “Genduruwooooooo, apaan sih ?.Sekolah ini mana mungkin ada hal yang begituan..
Serasa impossible gitu.. hahaha “

Mereka tetap terdiam,apakah mereka tidak memerdulikan hal sekeliling mereka ?.Orang-orang disekitar berhenti ber-aktifitas seakan waktu berhenti,tetapi aku masih bisa bergerak kok.Sangat jelas aku masih bisa bergerak.Aku mengangkat badanku dan merapikan kursi untuk pergi ari kantin.Hening diarea tersebut ?.Apa maksudnya ini ?,Aku baru saja teringat akan hal yang dikatakan oleh Bg Hilal tadi,genduruwo tersebut ?.Aku lari ketangga,tapi tangga dimana ?.Aku mencari keseluruh tangga dan tidak ada apa-apa atau kunci tersembunyi.Tapi,hanya satu tangga lagi yang belum kulihat ke-anehannnya.Tangga naik keatas Asrama tanpa penghuni. Aku lari ketangga tersebut dan mulai mengintip keadaan sekitar.Lihat...,sesosok itu,mungkin mayat hidup ala Indonesia ?.Apa itu yang dibicarakan oleh Hilal tadi ?.Bel sekolah berbunyi tanda untuk ke kelas eksul diperpustakaan.Aku berusaha tanpa terlihat oleh sosok tersebut dan lari dari tempat tersebut itu.
Bu Dian dan Bu Sarli,sudah menunggu ku disana dengan beberapa murid lainnya.

Dian : “Dari mana saja kamu Riko ?,kamu terlambat kali datangnya !”

Aku sontak terkejut !,lantas barusan saja bunyi bel apakah pengaruh itu ?,cukup dirimu dan Tuhan yang tau,yang lain tidak.Aku hanya meminta maaf dan duduk dikursi pojokan jendela yang mengarah ketempat tadi.Kosong,sepi,itu suasanya sekarang.

Air Itu Terbakar

Bismillah...
Kali ini admin bakalan update cerita orang disaat putus asa dari lubuk hati terdalam..

Ini hari dimana aku pergi kesekolah dan belum liburan panjang,mendengarkan rintisan lagu Sia -Dressed In Black.disaat rintikan hujan yang begitu deras aku pergi kesekolah dengan menggunakan baju sekolah dan jas hujan mengendarai sepeda motor.Masalah itu selalu datang,datang dan tak pernah pergi dari lapisan daun,setiap tetes darah yang ada dalam tubuhku.
Guru yang tidak menyukai sikap-ku yang hanya ingin membuat orang lain tertawa saja,diancam mati-matian dengan senior,hilangnya pertemanan antara aku dengan yang lain,PR yang selalu kutinggalkan dan pertikaian dalam keluarga-ku.Aku hanya ingin pergi besok dihari Sabtu untuk mengasingkan diri jauh dari masyarakat,hanya menjernihkan pikiran ku,tak lebih,itu saja.

Aku mengambil helm-ku dan segera masuk ke-kelas,siap untuk belajar..
Hari sabtu,dimana rata-rata orang mengharapkan bahwa hari ini bukan hari yang berat,tapi..,siapa yang suka dengan mata pelajaran kimia bu Cynthia dihari sabtu ?,sepertinya tidak ada yang menyukai hal itu,jelas membuat otak semua orang berkerut seperti buah mangga yang baru berbuah kecil,tidak selera untuk dimakan,sama sepertinya dengan kimia,tidak selera untuk dipelajari.

Teman disebelah kanan-ku Johannes tidak begitu tampak bahagia,dan tidak pula sedih ataupun malas,hanya ekspresi malas,ingin mengakhiri mata pelajaran ini.Johannes,salah satu murid sekolah SMA 17 Kebaktian ini,hanya menyukai pelajaran biologi,dia tidak ber-otak kotor kok.Jadi jangan pikir aneh-aneh dan langsung koneksi ke pelajaran kelas 9 dan 12 biologi itu,bukan transgenik tapi reproduksi.Sebelah kiri-ku,Hanif tampak antusias untuk mengeluarkan buku mata pelajaran dengan salah satu nyawanya adalah unsur itu.Bagaimana dengan aku ?,diriku ini hanya tertarik kepada hal yang sering orang lain "Kepo",Namaku Hadist,aku tidak mengerti mengapa diriku bisa meluncur kepelajaran itu tapi,patut dicoba kok !.

Suasana kelas begitu hening,Miss.Cynthia memang dikenal dengan guru yang membuat semua orang terpaku di-dinding seperti majalah dinding yang tidak disentuh oleh satu orang-pun.Terdiam,kaku,takut membuat kesalahan sedikit-pun menjalar disetiap tubuh teman-ku kecuali satu orang yang duduk di bagian barat dekat jendela menuju ke lapangan basket itu.Antonio memang selalu begitu,raja dari raja orang yang mengerjai guru,setiap aksinya sangat tidak bisa ditebak dan tidak begitu biasa saja dan hebatnya,dia tidak pernah ketahuan pihak sekolah oleh aksi dia yang begitu anarkis dalam kelas.Mampu ber-mutasi pada orang sekitarnya ?,mungkin tidak.

Hanif : "Sssttt dist,lihat itu,Antonio itu..."

Aku menoleh dengan segera,aku mempelajari gerak gerik dia sekarang,benang yang di-ikatkan pada ujung-ujung meja bu.kimia itu duduk,akan memicu hidupnya korek api yang sudah ditempelkan bawah kursi,dan itu akan hanya memicu pada jam 10.00 am,atau pada saat kami akan istirahat dan ke kantin.

Hadist : "Hihihi,biarkan saja untuk sesaat,kan dia sakit seminggu,sekalian ada cuci mata bro.."
Hanif : "Kau pun...!,hahaha,Johannes tuh lihat.."
Johannes : "Kapan taubat tu anak ?,ngak ada lagi urat ketakutan dia lagi ya ?
Hadist : "Bro-bro sekalian,nyokapnya ngidam apaan ya ?"
Hanif & Johannes : "Hahahahahaha"

Jam pelajaran berakhir dan Bu Cynthia teriak-teriak keluar kelas membawa kursi yang sedang terbakar itu.Nice job ?,aku tidak ingin mencampuri urusan itu.Saatnya awal dari miliaran mimpi buruk itu terjadi.

Minggu, 12 April 2015

Cerbung "Bangunan Itu" Bab 1

Assalamualaikum Wr.Wb.
Thanks for everything!~.Jangan lupa untuk tinggalkan komentar ya guys ! cerita akan semakin segera diupdate apabila banyak yang berkomentar ! dan berikan kritikan dan saran yang bermutu,Salam Siswa Bangsa sob !

Bab 1

Ketukan pintu itu semakin keras,bahkan mulai terdengar seperti gebukan pintu orang yang sedang marah,keringat menjulur diseluruh tubuhku,serasa mulai aneh dan terdesing sebuah teriakan seorang gadis yang telah dicabik-cabik isi badannya.Aku tersadar dengan tubuh yang ternyata kaku itu.Jam itu menunjukkan pukul 6.00 am.Aku mencoba bangun dari hal yang terjadi itu dan berulang kali dan berulang kali.Hal yang tidak sebiasanya aku lakukan.Setelah itu berakhir aku pergi kepintu kamar mandi itu dan membukanya.Ini ilusi atau kenyataan ?,seakan didepanku tersebut adalah sebuah lubang yang tidak kuketahui seberapa dalamnya.Aku berbalik jalan ketempat tidurku,dan bertanya itu kenapa aku berbalik ?,Tapi diriku seperti sebuah robot yang dikendalikan oleh seseorang dan kembali ketempat tidur.
Kemudian aku lakukan seperti apa yang kulakukan sebelumnya,tetapi dengan pandangan mata yang masih masuk atas logika yang berdiri didunia ini,Terlihat normal saja.

“Riko bisakah kau lebih cepat sedikit ?,memangnya kamu tahu jam berapa sekarang ?”
Kata saudara laki-lakiku atau dengan istilah ‘abang sulung’ itu.Aku keluar dari kamar mandi itu.Terlihat wajah abangku tetap dengan sikap cuek saja terhadapku,mungkin itu memang yang terjadi pada keluarga ini.Semua orang tahu,bahwa tidak ada yang ingin terlambat dihari pertama sekolah bukan ? disekolah menengah pertama yang ada diujung tanah itu.Yang memiliki kata dasar ‘swasta’ itu.Hari pertama memasuki sekolah mungkin terasa seperti teh yang tidak diberi gula sedikitpun,sangat hambar.Yang kulalukan hanya duduk mencari hal baru yang tertanam disekolah ini yang masih menjadi misteri belaka,yang mengandung mitos berkala,dan waktu dan sikap dimakan dengan rayap.Akankah ada kisah cinta ?,misteri ?,kepedihan ?,atau mulai memanfaatkan temanmu sendiri sebelum kamu dimakan oleh temanmu ?.Jujur aku tidak ingin mencari masalah disini !.Meninggalkan masa lalu bukankah hal yang terasa sangat buruk bukan ?.

Mulai mengenal teman-teman baru,guru-guru baru,melodi lirik itu,dan aku harus menunjukan sikap yang membuat kamu tetap bertahan dijurang ini,Riko.
About that organization, aku tidak ingin membuat diriku sangat parah terkenal diawal bangku sekolah.Kakak kelas pertama yang kukenal Lescia Cynthia,salah satu anggota Osis yang terkenal atas kedisiplinan yang diluar batas,maybe ? kata salah satu temanku itu.Tentu namanya Rafi,dia sudah lama mengenal sekolah ini lebih dari aku.Rasanya masa-masa MOS itu,ya biasa-biasa saja.Dalam hatiku tak ada spesial kecuali dari kehadiran guru yang bermacam-macam karakteristiknya.Saatnya mengenal wali kelas terbaru-ku itu.Nama-nya
Mrs.Rauzah,dia sudah menikah dan lulus kuliah dalam waktu yang tidak biasanya dan sangat cepat,dan disebut juga dengan seorang ‘bank berjalan’.
“Sadar ko,siapa aja bisa manfaatin kamu dalam radius pertemanan sampai persahabatan apabila aku berada dekat dengan guru,saatnya memilah mana yang lebih baik apabila hal itu akan terjadi” Ujar kalimat hatiku.

Bulan ramadhan,memang sih penuh dengan cobaan yang mengikat,yang membuatmu semakin ingin membuka kulkas setiap jam saja.Aku tidak ingin mengulangi apa yang kulakukan diSD,cuek,malas dan berlaku tidak sopan terhadap orang lain.Aku benar-benar ingin mengubahnya disekolah ini,disaat ini juga.Ramah dengan abang dan kakak kelas ?,adalah sebuah jalan yang harus kulakukan dari awal agar terhindar daripada kekerasan fisik dan verbal yang terjadi,jika aku berbelok kekiri dari tujuan,sebuah resiko dan masalah sangat berat.Kelas pengenalan teman-teman ?,sungguh aku tidak mempriotiskan hal itu anggap saja itu akan menjadi sebuah kebiasan tersendiri.Setiap hari,setiap pukul 7.30 am aku harus hadir disekolah itu,ya atau tidak aku tidak ingin terlambat.Kegiatan yang kulakukan mengaji,shalat dhuha setiap harinya dibulan penuh berkah itu.Mencari teman berbuat nakal ? mending enggak deh.Belum saatnya kamu terjerumus dalam pancingan seseorang lainnya Ko.

“Eh,MOS kalian itu ngak ada nginap-nginap nya..,ya beda dengan MOS kami tahun lalu,ada lempar terasi,nginap disekolah,lebih lama dikit dan..” Ujar kata abang kelas sekolah Horounstun itu,Hilal.Aku tidak mengerti apa yang dibicarakan olehnya sejak dari awal berkenalan sampai pergantian topik.Aku menoleh kesamping yang kulihat hanya teman baruku atau tepatnya teman abang kelas baruku yang hanya mengantuk mendengar apa yang dikatakan oleh Hilal.Berdiri ditengah lapangan saat ini membuat keringat menjulur ditubuhku.17 Agustus 2014 tepatnya,sekolah menyuruh agar muridnya yang tetap tidak mengikuti parade tahunan itu untuk membuat laporan,dan berakhir hanya diperuntukan untuk kelas 8 saja,mungkin akan lebih baik jika aku bersantai diri di rumah dan membuka komputer yang ada dikamarku.

Horounston,sekolah yang hanya dikenal oleh permainan satu-satunya anklung diprovinsi ini.Ternyata benar apa yang dikatakan oleh ibuku untuk tidak mengikuti parade tahun ini,mengingat ini adalah wilayah baruku,tentu aku tidak ingin kelelahan.
Aku berjalan bersama sosok terbaru yang kukenal,dari title abang kelas yang menjadi teman bersama,ada alasan tertentu aku tidak ingin berteman dengan teman sebayaku.
“Menonton parade ?,membosankan Rik.Orang yang menonton harus dipaksa berdiri selama beberapa jam atau duduk mengelilingi jalan.Apalagi harus buat laporan,setelah Horounston lewat,saatnya untuk pergi” Kata Hanif Fariswan,yang terlihat sangat tidak suka melihat parade tersebut. “Memangnya gini sekolah Horounston itu ?,apa yang perlu dipermasalahkan ?”Kataku.Dia hanya terdiam saja dan masih terlihat dengan muka murung.Mari menoleh ke Zaky Ikram.Aku tak yakin namanya cocok dengan wajah dan perialku yang dia lakukan terhadap orang lain.Yang aku dengar,dia sering disebut dengan istilah ‘Pepatah Dole~’ Infeksi virus kah ? Saatnya mencari vaksinnya.Mari mengganti nama panggilan Zaky menjadi Dole.Pepatah tidak jelas itu sangat sering bermain dengan Yuda dan Abiyan dan mereka selalu berbuat tingkah dan tertawa bersama tentang hal yang tidak masuk logika.Walaupun aku sering tertawa apabila mendengarkan leluconnya.
”Eeeeeeeekkkkkk Yuda ternyata maho ! wiwawiwawiwawiwa “
“Ish kok paleh kau,Expecto Patronum hiyaaaaaaaaaa!” Perkataaan-nya memang aneh,tapi jikalau dilihat dengan ekspresi mukanya memang bisa bikin dunia ini terbalik.Setelah selesai aku hanya langsung pulang dan merebahkan diri dikasurku dan melihat kelangit-langit dan tanpa disadari aku tertidur.

Jurang itu,aku sedang terjatuh.Apa ? aku kembali lagi dalam mimpi itu semua begitu gelap tapi aku bisa merasakan akan hal itu,seakan aku pergi kesebuah dimensi lain,terkadang merasa jatuh dari langit,terasa mengambang dari tanah.Sebuah sekolah !,hancur,seperti sesuatu bangunan yang mati,kusam,diselubungi oleh akar yang menjalar disetiap sisinya.
Terdengar nyanyian yang menyakitkan telinga,merinding,tergetar.Seorang wanita ini menyanyikan lirik yang belum tahu apa itu.Aku terbangun dengan tubuh telentang dan seperti baru menerima skripsi seperti sedang dicoret-coret.
”Riko..,makanan udah siap,panggil bapakmu...!”
“Iya ma...” ujarku,apa ini ?,mengapa hal ini terjadi ? mimpi yang bersambung ?,aku tidak mengerti akan hal ini,aku turun dari tempat tidur dan melihat lantai yang dipenuhi oleh darah.