Rabu, 29 April 2015

Air Itu Terbakar

Bismillah...
Kali ini admin bakalan update cerita orang disaat putus asa dari lubuk hati terdalam..

Ini hari dimana aku pergi kesekolah dan belum liburan panjang,mendengarkan rintisan lagu Sia -Dressed In Black.disaat rintikan hujan yang begitu deras aku pergi kesekolah dengan menggunakan baju sekolah dan jas hujan mengendarai sepeda motor.Masalah itu selalu datang,datang dan tak pernah pergi dari lapisan daun,setiap tetes darah yang ada dalam tubuhku.
Guru yang tidak menyukai sikap-ku yang hanya ingin membuat orang lain tertawa saja,diancam mati-matian dengan senior,hilangnya pertemanan antara aku dengan yang lain,PR yang selalu kutinggalkan dan pertikaian dalam keluarga-ku.Aku hanya ingin pergi besok dihari Sabtu untuk mengasingkan diri jauh dari masyarakat,hanya menjernihkan pikiran ku,tak lebih,itu saja.

Aku mengambil helm-ku dan segera masuk ke-kelas,siap untuk belajar..
Hari sabtu,dimana rata-rata orang mengharapkan bahwa hari ini bukan hari yang berat,tapi..,siapa yang suka dengan mata pelajaran kimia bu Cynthia dihari sabtu ?,sepertinya tidak ada yang menyukai hal itu,jelas membuat otak semua orang berkerut seperti buah mangga yang baru berbuah kecil,tidak selera untuk dimakan,sama sepertinya dengan kimia,tidak selera untuk dipelajari.

Teman disebelah kanan-ku Johannes tidak begitu tampak bahagia,dan tidak pula sedih ataupun malas,hanya ekspresi malas,ingin mengakhiri mata pelajaran ini.Johannes,salah satu murid sekolah SMA 17 Kebaktian ini,hanya menyukai pelajaran biologi,dia tidak ber-otak kotor kok.Jadi jangan pikir aneh-aneh dan langsung koneksi ke pelajaran kelas 9 dan 12 biologi itu,bukan transgenik tapi reproduksi.Sebelah kiri-ku,Hanif tampak antusias untuk mengeluarkan buku mata pelajaran dengan salah satu nyawanya adalah unsur itu.Bagaimana dengan aku ?,diriku ini hanya tertarik kepada hal yang sering orang lain "Kepo",Namaku Hadist,aku tidak mengerti mengapa diriku bisa meluncur kepelajaran itu tapi,patut dicoba kok !.

Suasana kelas begitu hening,Miss.Cynthia memang dikenal dengan guru yang membuat semua orang terpaku di-dinding seperti majalah dinding yang tidak disentuh oleh satu orang-pun.Terdiam,kaku,takut membuat kesalahan sedikit-pun menjalar disetiap tubuh teman-ku kecuali satu orang yang duduk di bagian barat dekat jendela menuju ke lapangan basket itu.Antonio memang selalu begitu,raja dari raja orang yang mengerjai guru,setiap aksinya sangat tidak bisa ditebak dan tidak begitu biasa saja dan hebatnya,dia tidak pernah ketahuan pihak sekolah oleh aksi dia yang begitu anarkis dalam kelas.Mampu ber-mutasi pada orang sekitarnya ?,mungkin tidak.

Hanif : "Sssttt dist,lihat itu,Antonio itu..."

Aku menoleh dengan segera,aku mempelajari gerak gerik dia sekarang,benang yang di-ikatkan pada ujung-ujung meja bu.kimia itu duduk,akan memicu hidupnya korek api yang sudah ditempelkan bawah kursi,dan itu akan hanya memicu pada jam 10.00 am,atau pada saat kami akan istirahat dan ke kantin.

Hadist : "Hihihi,biarkan saja untuk sesaat,kan dia sakit seminggu,sekalian ada cuci mata bro.."
Hanif : "Kau pun...!,hahaha,Johannes tuh lihat.."
Johannes : "Kapan taubat tu anak ?,ngak ada lagi urat ketakutan dia lagi ya ?
Hadist : "Bro-bro sekalian,nyokapnya ngidam apaan ya ?"
Hanif & Johannes : "Hahahahahaha"

Jam pelajaran berakhir dan Bu Cynthia teriak-teriak keluar kelas membawa kursi yang sedang terbakar itu.Nice job ?,aku tidak ingin mencampuri urusan itu.Saatnya awal dari miliaran mimpi buruk itu terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar