BAB 2
Tumpahan darah membasahi seluruh keramik dikamarku,tetapi malah aku terbangun lagi dari tidurku dan aku berusaha yakin bahwa sekarang adalah keadaan yang normal setelah kumelihat dengan teliti isi kamar tidurku ini.
1 bulan kemudian,mimpi itu tidak terjadi pada diriku lagi tetapi malah tugas sekolah yang membuat diriku menjadi stres berat,dekat dengan UTS dan saatnya memulai class project.Aku yang sedang berada dikantin membawa selembaran kertas kecil yang berisi rumus matematika,aku melihat ekspresi muka Hanif dan Hilal,tampak biasa saja,tidak memerdulikan tradisi sekolah ini yang makin dekat saja.Ekspresi Yuda,Abiyan dan Dole masih seperti boneka di game Five Night At Freddy’s,masih gila dan kekanak-kanakan.
Sudahlah Riko..,dirimu saja belum beres ngapain urusin orang lain ?
Saatnya kelas IPS yang akan memelajari tentang dinamika kependudukan yang membuat pusing 12 keliling,aku hanya termenung memikirkan masalah mimpi 1 bulan yang lalu,tapi sudahlah...,lupakan saja mungkin kamu Riko ngak baca do’a sih.. sebelum tidur !.Saat ini salah satu temanku Ilzam sedang mendapat giliran membaca dari guru yang bernama bu Atikah tersebut.
Bu Atikah : “Stop Ilzam,Riko giliran-mu membaca sekarang !”
Spontan aku terkejut karena daritadi aku tidak menyimak sedikitpun materi,aku segera memikirkan kata terakhir yang dilontarkan oleh Ilzam,itu....
Bu Atikah : “Riko kamu kurang poi..”
Riko : “Bentar bu !!”
Ah sial !,sepertinya kata terakhir adalah masyarakat diparagraf 4 !.Aku lanjut membaca dan ternyata benar.Fiuh... untung saja,seperti kataku sebelumnya,aku tidak ingin mencari masalah disini,dan pengurangan poin merupakan sebuah masalah bagiku.. lebay ? iya.
===
Hari Sabtu yang lumayan cerah !,dimana besok adalah hari minggu dan adanya ekskul disekolah jadi..,apa salahnya hidup ini ?.Aku sebelumnya mengikuti ekskul Badminton & Olimpiade Biologi & Kimia.Walaupun sebenarnya aku tidak mengikuti eksul badminton karena waktu bertrabakan,jadi apa boleh buat ?.Biologi dan Kimia sudah cukup kok.
Walaupun tetap belajar,tapi sertifikat olimpiade adalah kunci masuk SMA terfavorit diprovinsi ini dan kebetulan aku suka Biologi dan Kimia,jadi apa salahnya juga ?.
Hanif & Hilal mengikuti ekskul olimpiade IPS,Dole mengikuti eksul origami,sedangkan Yuda ?,Mungkin masuk badminton.
Eits..,jam 10.00,saatnya kekantin dan bertemu mereka semua !.Mereka ternyata sudaah menungguku disana yang sedang menyantap nasi goreng pattaya.Disaat aku tiba..
Hilal : “Kalian pernah melihat genduruwo ditangga tersebut ?”
Sontak semua terdiam dan berhenti makan didetik itu,keramaian yang begitu ramai,tetapi mereke tetap terdiam dan berhenti untuk makan.Apa saatnya aku mencairkan suasana hening disini ?
Hadist : “Genduruwooooooo, apaan sih ?.Sekolah ini mana mungkin ada hal yang begituan..
Serasa impossible gitu.. hahaha “
Mereka tetap terdiam,apakah mereka tidak memerdulikan hal sekeliling mereka ?.Orang-orang disekitar berhenti ber-aktifitas seakan waktu berhenti,tetapi aku masih bisa bergerak kok.Sangat jelas aku masih bisa bergerak.Aku mengangkat badanku dan merapikan kursi untuk pergi ari kantin.Hening diarea tersebut ?.Apa maksudnya ini ?,Aku baru saja teringat akan hal yang dikatakan oleh Bg Hilal tadi,genduruwo tersebut ?.Aku lari ketangga,tapi tangga dimana ?.Aku mencari keseluruh tangga dan tidak ada apa-apa atau kunci tersembunyi.Tapi,hanya satu tangga lagi yang belum kulihat ke-anehannnya.Tangga naik keatas Asrama tanpa penghuni. Aku lari ketangga tersebut dan mulai mengintip keadaan sekitar.Lihat...,sesosok itu,mungkin mayat hidup ala Indonesia ?.Apa itu yang dibicarakan oleh Hilal tadi ?.Bel sekolah berbunyi tanda untuk ke kelas eksul diperpustakaan.Aku berusaha tanpa terlihat oleh sosok tersebut dan lari dari tempat tersebut itu.
Bu Dian dan Bu Sarli,sudah menunggu ku disana dengan beberapa murid lainnya.
Dian : “Dari mana saja kamu Riko ?,kamu terlambat kali datangnya !”
Aku sontak terkejut !,lantas barusan saja bunyi bel apakah pengaruh itu ?,cukup dirimu dan Tuhan yang tau,yang lain tidak.Aku hanya meminta maaf dan duduk dikursi pojokan jendela yang mengarah ketempat tadi.Kosong,sepi,itu suasanya sekarang.
Tumpahan darah membasahi seluruh keramik dikamarku,tetapi malah aku terbangun lagi dari tidurku dan aku berusaha yakin bahwa sekarang adalah keadaan yang normal setelah kumelihat dengan teliti isi kamar tidurku ini.
1 bulan kemudian,mimpi itu tidak terjadi pada diriku lagi tetapi malah tugas sekolah yang membuat diriku menjadi stres berat,dekat dengan UTS dan saatnya memulai class project.Aku yang sedang berada dikantin membawa selembaran kertas kecil yang berisi rumus matematika,aku melihat ekspresi muka Hanif dan Hilal,tampak biasa saja,tidak memerdulikan tradisi sekolah ini yang makin dekat saja.Ekspresi Yuda,Abiyan dan Dole masih seperti boneka di game Five Night At Freddy’s,masih gila dan kekanak-kanakan.
Sudahlah Riko..,dirimu saja belum beres ngapain urusin orang lain ?
Saatnya kelas IPS yang akan memelajari tentang dinamika kependudukan yang membuat pusing 12 keliling,aku hanya termenung memikirkan masalah mimpi 1 bulan yang lalu,tapi sudahlah...,lupakan saja mungkin kamu Riko ngak baca do’a sih.. sebelum tidur !.Saat ini salah satu temanku Ilzam sedang mendapat giliran membaca dari guru yang bernama bu Atikah tersebut.
Bu Atikah : “Stop Ilzam,Riko giliran-mu membaca sekarang !”
Spontan aku terkejut karena daritadi aku tidak menyimak sedikitpun materi,aku segera memikirkan kata terakhir yang dilontarkan oleh Ilzam,itu....
Bu Atikah : “Riko kamu kurang poi..”
Riko : “Bentar bu !!”
Ah sial !,sepertinya kata terakhir adalah masyarakat diparagraf 4 !.Aku lanjut membaca dan ternyata benar.Fiuh... untung saja,seperti kataku sebelumnya,aku tidak ingin mencari masalah disini,dan pengurangan poin merupakan sebuah masalah bagiku.. lebay ? iya.
===
Hari Sabtu yang lumayan cerah !,dimana besok adalah hari minggu dan adanya ekskul disekolah jadi..,apa salahnya hidup ini ?.Aku sebelumnya mengikuti ekskul Badminton & Olimpiade Biologi & Kimia.Walaupun sebenarnya aku tidak mengikuti eksul badminton karena waktu bertrabakan,jadi apa boleh buat ?.Biologi dan Kimia sudah cukup kok.
Walaupun tetap belajar,tapi sertifikat olimpiade adalah kunci masuk SMA terfavorit diprovinsi ini dan kebetulan aku suka Biologi dan Kimia,jadi apa salahnya juga ?.
Hanif & Hilal mengikuti ekskul olimpiade IPS,Dole mengikuti eksul origami,sedangkan Yuda ?,Mungkin masuk badminton.
Eits..,jam 10.00,saatnya kekantin dan bertemu mereka semua !.Mereka ternyata sudaah menungguku disana yang sedang menyantap nasi goreng pattaya.Disaat aku tiba..
Hilal : “Kalian pernah melihat genduruwo ditangga tersebut ?”
Sontak semua terdiam dan berhenti makan didetik itu,keramaian yang begitu ramai,tetapi mereke tetap terdiam dan berhenti untuk makan.Apa saatnya aku mencairkan suasana hening disini ?
Hadist : “Genduruwooooooo, apaan sih ?.Sekolah ini mana mungkin ada hal yang begituan..
Serasa impossible gitu.. hahaha “
Mereka tetap terdiam,apakah mereka tidak memerdulikan hal sekeliling mereka ?.Orang-orang disekitar berhenti ber-aktifitas seakan waktu berhenti,tetapi aku masih bisa bergerak kok.Sangat jelas aku masih bisa bergerak.Aku mengangkat badanku dan merapikan kursi untuk pergi ari kantin.Hening diarea tersebut ?.Apa maksudnya ini ?,Aku baru saja teringat akan hal yang dikatakan oleh Bg Hilal tadi,genduruwo tersebut ?.Aku lari ketangga,tapi tangga dimana ?.Aku mencari keseluruh tangga dan tidak ada apa-apa atau kunci tersembunyi.Tapi,hanya satu tangga lagi yang belum kulihat ke-anehannnya.Tangga naik keatas Asrama tanpa penghuni. Aku lari ketangga tersebut dan mulai mengintip keadaan sekitar.Lihat...,sesosok itu,mungkin mayat hidup ala Indonesia ?.Apa itu yang dibicarakan oleh Hilal tadi ?.Bel sekolah berbunyi tanda untuk ke kelas eksul diperpustakaan.Aku berusaha tanpa terlihat oleh sosok tersebut dan lari dari tempat tersebut itu.
Bu Dian dan Bu Sarli,sudah menunggu ku disana dengan beberapa murid lainnya.
Dian : “Dari mana saja kamu Riko ?,kamu terlambat kali datangnya !”
Aku sontak terkejut !,lantas barusan saja bunyi bel apakah pengaruh itu ?,cukup dirimu dan Tuhan yang tau,yang lain tidak.Aku hanya meminta maaf dan duduk dikursi pojokan jendela yang mengarah ketempat tadi.Kosong,sepi,itu suasanya sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar